Kejawen, Ajaran Jawa Yang Di Kambing Hitamkan

By Paguyuban Sekarjagad 06 Jan 2017, 19:14:42 WIBWawasan

Kejawen, Ajaran Jawa Yang Di Kambing Hitamkan

Keterangan Gambar : Foto ilustrasi


Ajaran kejawen, dalam perkembangan sejarahnya mengalami pasang surut. Hal itu tidak lepas dari adanya benturan-benturan dengan teologi dan budaya asing (Belanda, Arab, Cina, India, Jepang, AS). Yang paling keras adalah benturan dengan teologi asing, karena kehadiran kepercayaan baru disertai dengan upaya-upaya membangun kesan bahwa budaya Jawa itu hina, memalukan, rendah martabatnya.

Bahkan kepercayaan lokal disebut sebagai kekafiran, sehingga harus ditinggalkan sekalipun oleh tuannya sendiri, dan harus diganti dengan “kepercayaan baru” yang dianggap paling mulia segalanya. Dengan naifnya kepercayaan baru merekrut pengikut dengan jaminan kepastian masuk syurga. Gerakan tersebut sangat efektif karena dilakukan secara sistematis mendapat dukungan dari kekuatan politik asing yang tengah bertarung di negeri ini.

Selain itu “pendatang baru” selalu berusaha membangun image buruk terhadap kearifan-kearifan lokal (baca: budaya Jawa) dengan cara memberikan contoh-contoh patologi sosial (penyakit masyarakat), penyimpangan sosial, pelanggaran kaidah Kejawen, yang terjadi saat itu, diklaim oleh “pendatang baru” sebagai bukti nyata kesesatan ajaran Jawa. Hal itu sama saja dengan menganggap Islam itu buruk dengan cara menampilkan contoh perbuatan sadis terorisme, menteri agama yang korupsi, pejabat berjilbab yang selingkuh, kyai yang menghamili santrinya, dan sebagainya.

Tidak berhenti disitu saja, kekuatan asing terus mendiskreditkan manusia Jawa dengan cara memanipulasi atau memutar balik sejarah masa lampau. Bukti-bukti kearifan lokal dimusnahkan, sehingga banyak sekali naskah-naskah kuno yang berisi ajaran-ajaran tentang tatakrama, kaidah, budi pekerti yang luhur bangsa (Jawa) Indonesia kuno sebelum era kewalian datang, kemudian dibumi hanguskan oleh para “pendatang baru” tersebut.

Kosa kata Jawa juga mengalami penjajahan, istilah-istilah Jawa yang dahulu mempunyai makna yang arif, luhur, bijaksana, kemudian dibelokkan maknanya menurut kepentingan dan perspektif subyektif disesuaikan dengan kepentingan “pendatang baru” yang tidak suka dengan “local wisdom”. Akibatnya; istilah-istilah seperti; kejawen, klenik, mistis, tahyul mengalami degradasi makna, dan berkonotasi negatif. Istilah-istilah tersebut disama-maknakan” dengan dosa dan larangan-larangan dogma agama; misalnya; kemusyrikan, gugon tuhon, budak setan, menyembah setan, dst. Padahal tidak demikian makna aslinya, sebaliknya istilah tersebut justru mempunyai arti yang sangat religius sebagai berikut :

Klenik : merupakan pemahaman terhadap suatu kejadian yang dihubungkan dengan hukum sebab akibat yang berkaitan dengan kekuatan gaib (metafisik) yang tidak lain bersumber dari Dzat tertinggi yakni Tuhan Yang Maha Suci. Di dalam agama manapun unsur “klenik” ini selalu ada.
 
Mistis : adalah ruang atau wilayah gaib yang dapat dirambah dan dipahami manusia, sebagai upayanya untuk memahami Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam agama Islam ruang mistik untuk memahami sejatinya Tuhan dikenal dengan istilah tasawuf.
 
Tahayul : adalah kepercayaan akan hal-hal ghaib yang berhubungan dengan makhluk ghaib ciptaan Tuhan. Manusia Jawa sangat mempercayai adanya kekuatan ghaib yang dipahaminya sebagai wujud dari kebesaran Tuhan Sang Maha Pencipta. Kepercayaan kepada yang ghaib ini juga terdapat di dalam rukun iman dalam agama Islam.
 
Tradisi : dalam tradisi Jawa, seseorang dapat mewujudkan doa dalam bentuk lambang atau simbol. Lambang dan simbol dilengkapi dengan sarana ubo rampe sebagai pelengkap kesempurnaan dalam berdoa. Lambang dan simbol juga mengartikan secara kias bahasa alam yang dipercaya manusia Jawa sebagai bentuk isyarat akan kehendak Tuhan. Manusia Jawa akan merasa lebih dekat dengan Tuhan jika doanya tidak sekedar diucapkan di mulut saja (NATO: not action talk only), melainkan dengan diwujudkan dalam bentuk tumpeng, sesaji dan sebagainya sebagai simbol kemanunggalan tekad bulat.
Maka manusia Jawa dalam berdoa melibatkan empat unsur tekad bulat, yakni: hati, fikiran, ucapan, dan tindakan. Upacara-upacara tradisional sebagai bentuk kepedulian pada lingkungannya. Baik kepada lingkungan masyarakat manusia maupun masyarakat ghaib yang hidup berdampingan, agar selaras dan harmonis dalam manembah kapada Tuhan. Bagi manusia Jawa, setiap rasa syukur dan doa harus diwujudkan dalam bentuk tindakan riil (ikhtiar) sebagai bentuk ketabahan dan kebulatan tekad yang diyakini dapat membuat doa terkabul. Akan tetapi niat dan makna dibalik tradisi ritual tersebut sering dianggap sebagai kegiatan gugon tuhon/ela-elu, asal ngikut saja, sikap menghamburkan, dan bentuk kemubadiran, dan seterusnya.
 
Kejawen : berisi kaidah moral dan budi pekerti luhur, serta memuat tata cara manusia dalam melakukan penyembahan tertinggi kepada Tuhan Yang Maha Tunggal. Akan tetapi, setelah abad 15 Majapahit runtuh oleh serbuan anaknya sendiri, dengan cara serampangan dan subyektif, jauh dari kearifan dan budi pekerti yg luhur. Ppendatang baru menganggap ajaran kejawen sebagai biangnya kemusyrikan, kesesatan, kebobrokan moral, dan kekafiran. Maka harus dimusnahkan. Ironisnya, manusia Jawa yang sudah “kejawan” ilang jawane, justru mempunyai andil besar dalam upaya cultural assasination ini. Mereka lupa bahwa nilai budaya asli nenek moyang mereka itulah yang pernah membawa bumi nusantara ini menggapai masa kejayaannya di era Majapahit hingga berlangsung selama lima generasi penerus tahta kerajaan.

Baca Juga Ajaran Budi Pekerti Orang Jawa  


BY : FZ 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 8 Komentar untuk Berita Ini

  1. Ell 06 Jan 2017, 21:29:55 WIB

    Ini tulisan punyanya sabdalangit.wordpress.com

    Kalo memang bukan tulisan sendiri lebih baik disertakan sumbernya daripada copy paste content nya seperti itu.

    Sumonggo..

    Joko 07 Jan 2017, 01:20:52 WIB

    Menanggapi komen EII, komennya tdk mendasar,apa karna tidak tahu ya. ini wawasan umum, dan tulisannya bukan milik sabdalangit. Sabdalangit juga copas dan tidak menyertakan sumbernya.

    Di amparanjati.blogspot.co.id sudah di tulis secara lengkap sejak 2010, bahkan lebih lengkap dari yg di sabdalangit Yang baru di tulis 2016.

    Intinya ini pengetahuan umum dan bukan sabdalangit yang menulis. Hihihi

    Master Seo 16 Jun 2017, 08:15:54 WIB

    Terima kasih atas berita dan informasinya, sangat banyak manfaatnya pak..
    di tunggu updatenya :)
    Salam kami :
    http://optimasiseoblog.wagomu.id/ | http://www.mediaku.biz/

    Parabola TV Islam 16 Jun 2017, 08:38:41 WIB

    Terima kasih atas updatenya, berita berita website ini sangat memberi informasi bagi kami, salam hangat kami...

    Jual Souvenir Wisuda 16 Jun 2017, 09:27:14 WIB

    Terima kasih atas berita dan informasinya, sangat banyak manfaatnya pak..
    di tunggu updatenya :)

    Grosir Jaket Parka 16 Jun 2017, 11:16:15 WIB

    Terima kasih atas updatenya, berita berita website ini sangat memberi informasi bagi kami, salam hangat kami...

    Suara Burung Kacer 20 Jun 2017, 01:54:25 WIB

    Terkadang sangat sulit mencari info seperti ini. Thanks bos...
    http://kampunginggrispare.bitballoon.com/ | http://kampunginggrisparekediri.zohosites.com/

    Harga Hp LG 13 Nov 2017, 05:34:50 WIB

    artikelnya sangat membantu sekali nihhh, thanks yaa

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Sekarjagad Crew

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • Hsdcbap

    buy real viagra online http://aaviagla.com/ viagra sale online <a ...

    View Article
  • Walatra Gamat Emas Kapsul

    Sukses pa :) http://blogmenit.com/walatra-gamat-emas-kapsul/ ...

    View Article
  • Walatra Gamat Emas Kapsul

    Sukses pa :) http://blogmenit.com/walatra-gamat-emas-kapsul/ ...

    View Article
  • Jelly Gamat QnC

    sebuah info yang sangat mutahir terimkasih :) dan selamat pagi selamat ...

    View Article