Makam Keramat Joko Jumput

By Paguyuban Sekarjagad 18 Feb 2016, 02:53:40 WIBRELIGI

Makam Keramat Joko Jumput

Keterangan Gambar :


Joko jumput adalah salah satu legenda yang ada di Surabaya. Kalau kita jalan-jalan ke sekitar Jl. Praban, pasti kita bisa menemui makam Joko Jumput ini. Makam Joko Jumput sangat mudah untuk dijangkau karena letaknya yang berada di pinggir jalan utama Praban. Menurut informasi, Joko Jumput ini adalah misanan dari Joko Berek atau yang biasa dikenal orang Surabaya dengan nama Sawunggaling.

Ayah Joko Jumput dari Mataram sedangkan ibunya dari Praban Kinco yang kelak dikenal orang sebagai mbok rondo Praban Kinco. Ibu Joko Jumput dikenal sebagai pembuat jamu. Di daerah Praban pernah diketemukan sebuah lesung dan pipihan untuk membuat jamu. Kedua benda tersebut diyakini orang sebagai barang peningggalan Mbok Rondo Praban Kinco. Memang berabad-abad kemudian didaerah ini ada penjual jamu yang terkenal konon katanya sakit. Siapa saja kalau minum jamu disini pasti akan sembuh penyakitnya.

Salah satu kisah yang terkenal dari legenda Joko Jumput adalah kisah sayembara yang diadakan oleh Kusumaning Ayu Purbawati, putri dari Adipati Jayengrono II. Di mana dalam Babad Surabaya diceritakan bahwa ada dua orang pemuda yang ingin meminang Purbawati. Yang pertama adalah putra bupati Sampang yaitu Raden Situbondo. Tubuhnya memang cacat tetapi jangan ditanya soal kesaktian, Raden Situbondo ini kesaktiannya luar biasa.

Yang kedua yang ingin meminang adalah Putra Bupati Kediri Raden Joko Truno. Dilamar dua pemuda putra bupati membuat sulit membuat keputusan. Akhirnya Purbawati berkonsultasi dengan ayahnya, yang lantas diadakanlah sayembara. Mengingat wilayah kadipaten Surabaya yang masih sempit dan dikelilingi hutan belantara pada waktu itu, maka bagi siapa saja yang mampu mbabat alas sebanyak-banyaknya untuk dijadikan pemukiman penduduk, dialah yang akan dijadikan suami oleh dewi Purbawati.

Untuk Raden Situbondo hal ini bukanlah hal yang sulit mengingat akan kesaktianaya. Dengan mudah ia membabat alas Surabaya. Meskipun begitu wilayah hutan disekitar kadipaten Surabaya terkenal sangat menyeramkan pada waktu itu. Tidak hanya binatang buas, akan tetapi hutan Surabaya juga terkenal sebagai tempat jin. Ada beberapa kisah yang menarik dari Raden Situbondo ketika ia mbabat alas di hutan Surabaya diantaranya adalah saat ia bertemu dengan singa jadi-jadian yang berasal dari kerajaan Jin-Trung. Keduanya bertarung dan akhirnya singa jadi-jadian itu kalah dan mengaku takluk pada Putra bupati Sampang tersebut. Setelah kejadian tersebut penduduk setempat memberikan nama Simo Katrungan. Nama Simo berasal dari bahasa jawa Singa sedangkan Katrungan diambil dari Jin-Trung.

Di tengah berdirinya gedung menjulang di Kota Surabaya, terdapat sejumlah makam yang hingga kini masih bertahan. Makam-makam ini tak lekang oleh waktu, ataupun terimbas oleh aksi penggusuran seperti halnya pedagang kaki lima. Mungkin banyak yang tak tahu makam siapa sebenarnya yang masih bertahan di tengah hiruk pikuknya kota Surabaya. Salah satu makam itu adalah makam Joko Jumput.

Siapa pula itu Joko Jumput? Anda jangan pernah mengaku orang Surabaya jika tidak tahu ada banyak makam di tengah kota yang diyakini sebagai pendiri Kota Pahlawan. Makam itu adalah makam Joko Jumput yang berada di Jalan Praban, Surabaya. Komplek makam yang kini diapit oleh pertokoan dan perkampungan itu dipercaya oleh warga sekitar merupakan makam yang keramat dan suci.

Menurut juru kunci makam, Abdul Gofar Baidowi, di dalam komplek makam itu sendiri terdapat 4 makam. Keempat makam itu adalah makam Joko Jumput dan ibu angkat dari Joko Jumput yang bernama Rondo Prabankinco. Lalu makam Putri Purbowati yang diketahui sebagai istri Joko Jumput. Putri Purbowati adalah anak raja pertama Surabaya Adipati Jayengkrono. Sedangkan makam satunya lagi adalah makam ibu kandung Joko Jumput.

Selain makam, di dalam komplek juga terdapat alat yang digunakan untuk membuat ramuan jamu yang digunakan oleh Ibu Joko Jumput semasa hidupnya yang masih tersimpan rapi di dalam makam. Abdul bercerita, perkampungan tersebut hingga kini disebut dengan gang Kinco. Nama Kinco diambil dari nama Ibu Joko Jumput. Konon semenjak pertama kali datang ke Surabaya, Joko Jumput dengan Ibunya sudah tinggal di kawasan tersebut yang kini dikenal dengan Jl Praban.

Joko Jumput adalah seorang anak raja Mataram yang berusaha menutup jatidirinya sebagai pangeran di Surabaya. Makanya tak heran jika di sekitar makam itu masih kental dengan hal yang berbau magis. Kenapa bisa disebut berbau mistis? Sebab dulu pernah terjadi kebakaran yang melalap habis pertokoan yang berada di samping makam, namun anehnya makam tersebut tidak ikut terbakar. Sejak saat itu, warga menganggap makam itu “sakti” dan keramat.

Dan warga yang tinggal di perkampungan Praban Gang Kinco mempercayai jika tiap Jumat malam arwah Joko Jumput sering melakukan inspeksi.
 

(Sumber : Sejarah Surabaya)

- FZ



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Sekarjagad Crew

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • CoreyApept

    <a href="http://viabiovit.com/">viagra canada</a> where yo buy ...

    View Article
  • bsfAlata

    cialis 20 mg <a href="http://valcialisns.com/">tadalafil best ...

    View Article
  • jfgdesse

    buy viagra canada <a href="http://viagrafolec.com/index.html#">via gra ...

    View Article
  • CoreyApept

    <a href="http://viagraiy.com/">viagra 100mg</a> viagra online doctor ...

    View Article