Sisi Mistis Makam Panglima Perang Majapahit

By Paguyuban Sekarjagad 18 Feb 2016, 03:08:28 WIBRELIGI

Sisi Mistis Makam Panglima Perang Majapahit

Keterangan Gambar : makam eyang judu kardono


Gajah Mada nama yang tak asing lagi di telinga kita. Dengan sumpah Palapanya yang terkenal sebuah cita-cita luhur menyatukan bangsa Indonesia. Namun siapa yang tahu nama sepupu patih kerajaan Majapahit tersebut. Dialah “Kudo Kardono” panglima perang kerajaan.Nama Kudo Kardono mungkin asing di telinga kita. Namun siapa mengira bahwa Kudo Kardono adalah panglima besar kerajaan Majapahit. Beserta Kubilai Khan mengatur perdagangan rempah-rempah kerajaan Majapahit. Dengan gagah berani sang maestro perang ini melawan segala bentuk penjajahan dari kerajaan lain. Hingga titik darah penghabisan Kudo Kardono mempertahankan keutuhan kerajaan Majapahit yang termasyhur. Sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhir di tengah kota Surabaya.
 

 

Cempaka merupakan nama sebuah jalan di Surabaya yang sekaligus tempat persinggahan terakhirnya. 1522 adalah tahun gugurnya sepupu Gadjah Mada ini. Tidak jauh dari jalan Cempaka terdapat jalan mawar dimana panglima besar Majapahit ini dikebumikan. Terlihat batu nisan lain yang mengelilingi batu nisan panglima Kudo. Mereka adalah keluarga dan abdi dalem beliau

 

Menurut Sri Poniyati, juru kunci makam, Kudo Kardono dimakamkan dengan dengan senjata khas tempo dulu berupa panah, cambuk kuda, keris dan lain sebagainya. Sebelum dipugar pada tahun 1959 oleh Mayor Jenderal Soedjono Hoemardani, Asisten Pribadi Presiden Soeharto, makam tersebut memiliki nisan berupa batu yang sudah usang. Setelah dipugar, batu nisan tersebut diganti dengan menggunakan marmer yang didatangkan langsung dari Tulungagung.
 

Di sekitar makam Kudo Kardono terdapat arca Trimurti yang telah dibuatkan pondokan kecil dari semen, yang berfungsi sebagai tempat pemujaan umat Hindu Bali. Di samping kanan Pondokan Trimurti berdiri sanggar Pamujan, tempat ibadah bagi mereka yang menganut aliran Kejawen. Di dalam sanggar Pamujan berdiri tiga patung berwajah menyeramkan. Ada yang berwajah tiga, membawa senjata dan memiliki taring panjang. Oleh penduduk sekitar, situs tersebut sangat dijaga dan dilestarikan terbukti dengan masih lengkapnya arca-arca batu peninggalan Majapahit.
 

Namun sayangnya, perhatian dari pemerintah kota Surabaya masih kurang. Hanya tujuh ratus lima puluh ribu yang diangsur tiga kali dalam setahun. Mengingat biaya perawatan yang kurang, sang juru kunci makam hanya mengandalkan sumbangan sukarela dari pengunjung makam. Perlu perhatian khusus dari pemerintah untuk mengembangkan potensi wisata sejarah makam Kudo Kardono yang kian lama memprihatinkan.
 
 
 (Sumber : Sejarah Surabaya)

- FZ



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. Perusahaan Jasa SEO 21 Mar 2016, 07:46:00 WIB

    Konten situs anda sangat variatif dan berkualitas. Moga di kemudian hari akan makin banyak lagi.

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Sekarjagad Crew

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • Hsdcbap

    buy real viagra online http://aaviagla.com/ viagra sale online <a ...

    View Article
  • Walatra Gamat Emas Kapsul

    Sukses pa :) http://blogmenit.com/walatra-gamat-emas-kapsul/ ...

    View Article
  • Walatra Gamat Emas Kapsul

    Sukses pa :) http://blogmenit.com/walatra-gamat-emas-kapsul/ ...

    View Article
  • Jelly Gamat QnC

    sebuah info yang sangat mutahir terimkasih :) dan selamat pagi selamat ...

    View Article