Tari Kayau Seni Tradisional Dayak

By Paguyuban Sekarjagad 26 Feb 2016, 18:18:22 WIBBudaya & Sejarah

Tari Kayau Seni Tradisional Dayak

Keterangan Gambar :


Kayau atau mengayau memiliki arti memotong kepala musuh. Dalam masyarakat Kalimantan Tengah khususnya suku Dayak Iban melakukan kayau atau mengayau merupakan upacara adat yang dilakukan sebagai bentuk keberanian, kejantanan dan kekuasan dalam melindungi keberadaan suku tersebut dari musuh. Alat mengayau yang dilakukan dengan menggunakan senjata mandau, senjata tradisional suku dayak. Dan tidak semua orang bisa mengayau hal itu karena ada aturan siapa saja yang boleh mengayau.

Secara turun temurun upacara mengayau dengan tarian kayau ini diturunkan pertama kali oleh Urang Lindau Lendau Dibiau Takang Isang seorang yang gagah berani pada zamannya. Bagi mereka yang mendapatkan kepala musuh akan diberi gelar bujang berani. Saat ini tarian kayau sebagai bagian dari upacara mengayau yang mempersembahkan kepala orang digantikan oleh kepala babi.  Ada tiga tahap dalam upacara mengayau ini yaitu mengantar sesaji kepada bentang (rumah suku adat dayak), kedua, turun bentang yaitu melakukan pengayauan kepada kepala babi dan yang terakhir adalah memasuki rumah betang ditandai dengan bunyi-bunyi musik. Dalam upacara ini peralatan yang ada adalah tombak, perisai, dan mandau. Selain itu, peralatan lain yang mendukug untuk upacara ini adalah gong besar dan kecil, dan sesaji. Begitu juga orang yang akan melakukan upacara mengayau ini harus mengikuti aturan salahsatunya pantangan yang harus dijalankan yaitu pengayau harus bersih hati, pengayau berada dalam kelompok dan tidak berpencar dan sesaji yang ada tidak boleh diambil atau dicuri.

Upacara mengayau ini adalah simbol tentang kekuasaan, keberanian, tanggung jawab sosial, nilai pendidikan dan penyadaran bahwa mengayau adalah kegiatan yang bersifat untuk melindungi diri bukan kegiatan yang negatif.

UPACARA DAN TARIAN KAYAU
SIMBOL KEKUASAAN, KEBERANIAN, DAN TANGGUNG JAWAB
Kayau atau mengayau memiliki arti memotong kepala musuh. Dalam masyarakat Kalimantan Tengah khususnya suku Dayak Iban melakukan kayau atau mengayau merupakan upacara adat yang dilakukan sebagai bentuk keberanian, kejantanan dan kekuasan dalam melindungi keberadaan suku tersebut dari musuh. Alat mengayau yang dilakukan dengan menggunakan senjata mandau, senjata tradisional suku dayak. Tidak semua orang bisa mengayau hal itu karena ada aturan siapa saja yang boleh mengayau.

Secara turun temurun upacara mengayau dengan tarian kayau ini diturunkan pertama kali oleh Urang Lindau Lendau Dibiau Takang Isang seorang yang gagah berani pada zamannya. Bagi mereka yang mendapatkan kepala musuh akan diberi gelar bujang berani. Saat ini tarian kayau sebagai bagian dari upacara mengayau yang mempersembahkan kepala orang digantikan oleh kepala babi. 

Ada tiga tahap dalam upacara mengayau ini yaitu mengantar sesaji kepada bentang (rumah suku adat dayak), kedua, turun bentang yaitu melakukan pengayauan kepada kepala babi dan yang terakhir adalah memasuki rumah betang ditandai dengan bunyi-bunyi musik.
 
Dalam upacara ini peralatan yang ada adalah tombak, perisai, dan mandau. Selain itu, peralatan lain yang mendukug untuk upacara ini adalah gong besar dan kecil, dan sesaji. Begitu juga orang yang akan melakukan upacara mengayau ini harus mengikuti aturan salahsatunya pantangan yang harus dijalankan yaitu pengayau harus bersih hati, pengayau berada dalam kelompok dan tidak berpencar dan sesaji yang ada tidak boleh diambil atau dicuri. 

Upacara mengayau ini adalah simbol tentang kekuasaan, keberanian, tanggung jawab sosial, nilai pendidikan dan penyadaran bahwa mengayau adalah kegiatan yang bersifat untuk melindungi diri bukan kegiatan yang negatif. 

(Sumber: Kebudayaan Indonesia)
 


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. capacitor bank 17 Apr 2017, 16:51:28 WIB

    Saya pernah lihat langsung tarian ini. kalau boleh jujur, agak merinding ya haha soalnya tarian ini bener2 wah bagi saya. Mulai dari gerakannya sampai aura hahaha harusnya tarian ini bisa menjadi salah satu warisan budaya yang tak hilang dimakan oleh waktu :D

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Sekarjagad Crew

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • TITAN GEL ASLI

    Thank you for sharing good information for health, may be useful for all of us do ...

    View Article
  • beceffor

    female viagra pills <a href="https://holidayrentallorgues.com/#">che ap ...

    View Article
  • angeltorrent.com

    http://angeltorrent.com/ https://angeltorrent.com/Toy-Story-4-DVDRIP-Jaybob-FR- ...

    View Article
  • http://viagrabs.com/

    medical problems with viagra [url=http://viagrabs.com/]generic viagra[/url] took two ...

    View Article